Diskon!

Apa Nama Lain Peci? Berikut Asal Usul Peci dan Kemunculan Istilahnya

Harga aslinya adalah: Rp10.000.Harga saat ini adalah: Rp2.500.

Apa nama lain peci? Ketahui asal usul istilah dan latar belakang budayanya dalam artikel berikut. Dapatkan peci dengan kualitas terbaik dan harga murah hanya di Adhom Peci.

Saat ini, peci bukan hanya atribut salat, melainkan lambang nasional Indonesia. Istilah penutup kepala dalam berbagai bahasa, menunjukkan kekayaan budaya, keberagaman tradisi, dan bahasa dari berbagai belahan dunia. Lantas, apa nama lain peci dari berbagai bahasa dan negara?

Artikel ini tidak hanya memberikan Anda pengetahuan tentang nama lain dari peci, tetapi juga penggunaan istilah yang menunjukkan kedalaman identitas budaya. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk memaknai keberagaman dan hidup berdampingan.

Asal Usul Istilah Peci dan Latar Belakang Budaya

Kata “peci” berasal dari bahasa Belanda “petje.” “Pet” bermakna topi dan “je” sesuatu yang kecil. Pada masa penjajahan, pemerintah kolonial berlaku membeda-bedakan orang Indonesia berdasarkan agama dan etnisnya. 

Hal ini terlihat dari pakaian atau atribut yang digunakan. Orang-orang pribumi, khususnya siswa dari Jawa menggunakan blangkon, orang kristen berpakai Eropa lengkap dengan jas dan dasi. Mengetahui niat pemerintah kolonial demikian, sejumlah aktivis tidak mau mengenakan keduanya.

Para aktivis tidak mau menggunakan blangkon agar tidak diinjak dan tidak mau menggunakan topi seperti orang Belanda karena tampak terlalu berjarak dengan rakyat. Oleh karena itu, pada akhirnya Bung Karno menggunakan peci sebagai sebuah solusi dan lambang kepribadian Indonesia.

Apa Nama Lain Peci?

Di Indonesia, istilah peci berasal dari Bahasa Belanda dan erat kaitannya dengan agama. Dalam agama Islam, penutup kepala tidak hanya sebut sebagai peci, tetapi dapat juga disebut sebagai kopiah atau songkok.

Selain itu, peci juga disebut sebagai kofia oleh masyarakat dari negara-negara Afrika Timur. Mulai dari Somalia, Kenya, Uganda, dan Tanzania. Di Afrika Barat dan Utara, peci sebut sebagai kufi. Di negara-negara Arab dan Asia Selatan disebut sebagai taqiyah yang merujuk pada peci rajut.

Orang-orang dari negara Arab yang tinggal di kawasan gurun pasir kerap menyebutnya sebagai keffiyeh. Di kawasan Asia Tengah seperti Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan, peci sebut sebagai tubeteika yang merujuk pada topi dengan bentuk dasar persegi.

Perbedaan Peci dan Kopiah

Selain mengetahui apa nama lain peci, bagian penting lainnya adalah mengetahui perbedaan peci dan kopiah. Meskipun keduanya dapat gunakan secara bergantian ketika merujuk pada konteks keagamaan, tetapi keduanya memiliki beberapa perbedaan signifikan. Berikut antaranya.

  • Sejarah Budaya

Dalam konteks sejarah budaya, peci pertama kali dikenal ketika masa penjajahan Belanda. Setelah diresmikan oleh Bung Karno sebagai lambang kepribadian Indonesia, peci menjadi penutup kepala yang bisa dikenakan oleh pria dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

Sementara kopiah erat kaitannya dengan masyarakat Melayu dan beberapa negara Arab. Keduanya tidak hanya menjadikan kopiah sebagai atribut keagamaan, tetapi juga pakaian sehari-hari. Baik ketika salat maupun menghadiri beberapa acara keagamaan atau formal lainnya.

  • Istilah dan Bentuknya

Peci berasal dari kata “petje” yang berarti topi kecil Belanda. Peci berbentuk bulat berukuran kecil. Memiliki berbagai motif dan hiasan di sekelilingnya. Sementara kopiah berasal dari Bahasa Arab, yakni keffeieh, kaffiyeh, atau kufiya. 

Kopiah berbentuk lonjong lebih besar daripada peci dan memiliki dua ujung pipih. Berwarna hitam polos terbuat dari beludru. Keffeieh, kaffiyeh, atau kufiya adalah kain katun dengan motif kotak-kotak kecil mirip jala ikan. Biasa pakai dengan cara menangkupkannya di atas kepala.

  • Waktu Pemakaian

Pada awalnya, peci hanya gunakan sebagai simbol keagamaan dan atribut untuk salat. Namun kini, peci sering gunakan dalam berbagai acara formal dan resmi. Mulai dari upacara keagamaan, pernikahan, hingga pelantikan pejabat pemerintahan.

Hal ini terjadi juga pada kopiah. masyarakat Melayu, kopiah banyak gunakan dalam acara-acara formal hingga perayaan seperti hari raya dan pernikahan. Sementara di Arab, kaffiyeh gunakan hampir setiap hari untuk beraktivitas.

Informasi mengenai apa nama lain peci dan latar belakang sosial budayanya sangat menarik bukan? Dapatkan berbagai pilihan menarik peci dari berbagai belahan dunia di Adhom Peci (https://www.adhompeci.com/). Kualitas terbaik, tahan lama, harga murah, dan bisa custom log